Kupang, KN – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar talkshow pada Minggu (25/5/2025) siang, bertempat di Gedung DPD I Partai Golkar NTT.

Kegiatan talkshow ini mengusung tema “Perempuan NTT Terlindungi dari Ancaman Negatif Media Digital,” dan dihelat dalam rangka HUT ke-23 KPPG, serta dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT Welhelmintje S. L. Sinlaeloe.

Dalam sambutannya, Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT Welhelmintje S. L. Sinlaeloe menyampaikan apresiasi kepada KPPG NTT yang berhasil menggelar kegiatan talkshow tersebut.

Ia menyebut, topik yang diangkat dalam talkshow sangat sesuai dengan kondisi NTT hari ini, di mana pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak meningkat dengan pesat.

“Di NTT sendiri, napi pelaku kekerasan seksual mencapai 70 persen,” kata Welhelmintje dalam sambutannya.

Aktivis perempuan dan anak ini menegaskan, di media online, media mainstream maupun media sosial, banyak sekali ditemukan kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan.

Karena itu, ia berharap agar masyarakat NTT harus lebih waspada dan bijaksana dalam menggunakan media sosial seperti aplikasi Mi Chat dan aplikasi lainnya.

Welhelmintje berharap, kegiatan talkshow yang dihelar KKPG NTT bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tapi harus bisa memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat, tentang bagaimana mencegah kekerasan seksual berbasis digital.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar talkshow dan selesai, tapi apa yang disampaikan narasumber harus dipahami dengan baik, dan diimplementasikan dalam khidupan kita sehari-hari. Jangan lupa juga melapor jika ada persoalan kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat,” pesannya.

Ketua Panitia Fransiska Sin Fernandez menyampaikan, salah satu pendorong terjadinya kekerasan seksual digital, karena perkembangan digital dan penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.

“Karena itu, KPPG merasa perlu untuk mengdukasi perempuan NTT agar lebih bijaksana menggunakan medsos, agar terhindar dari kekerasan seksual berbasis digital,” ujar Fernandez.