Menanggapi hal itu, Pemprov NTT, kata Melki, telah menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, lembaga keagamaan, dan organisasi masyarakat, untuk memberantas kejahatan tersebut.
“Saya sudah koordinasi dengan Pak Kapolda dan Danrem, untuk sama-sama berantas tegas terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak. Saya juga melakukan komunikasi lintas sektor agar kita bisa bersama-sama mencegah tindakan kriminal ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Melki berharap St. Camillus Sosial Center tidak hanya menjadi pusat karya sosio-kultural Ordo Kamilian, tetapi juga menjadi tempat pelayanan bagi orang-orang yang sakit, baik secara fisik maupun psikis.
“Rumah ini hendaknya menjadi tempat untuk menyalakan dan membangkitkan harapan bagi siapa saja yang kehilangan harapan karena sakit fisik maupun mental lewat pelayanan penuh kasih, termasuk memberikan pendampingan terhadap para korban kekerasan perempuan dan anak khususnya korban kekerasan seksual untuk dapat membangkitkan kembali semangat dan harapan hidup mereka,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan