Ia menjelaskan, lokakarya ini adalah jawaban dari kecemasan publik terutama masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan nelayan, yang merasakan langsung dampak dari perubahan iklim.
“Jadi keberadaan Bengkel APPeK melalui SSN, dan dalam sebuah konsorsium yang disebut C4Ledger, dalam sebuah program besar yang namanya VCA atau aksi untuk keadilan terhadap dampak perubahan iklim. Ini bentuk kerja sama yang patut diapresiasi,” ungkapnya.
Bureni juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTT yang sudah melibatkan mitra strategis dalam penyusunan dokumen RAD perubahan iklim. Ia berharap, dokumen yang dihasilkan bisa berguna, dan dapat digunakan untuk aksi-aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ke depan. (*)



Tinggalkan Balasan