Perjalanan panjang tersebut, di samping berisiko terhadap kualitas komoditi yang dipikul warga, kata Maria, cukup memakan waktu dan tenaga.
“Dengan adanya akses jalan sekarang kami bersyukur dan berterima kasih kepada PLN yang sudah membantu kami masyarakat Wio, sekarang kami sudah bisa dilalui motor dan mobil,” katanya.
Maria berharap PLN dapat terus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program-program lainnya.
Selain Maria, warga sekitar PLTP Mataloko lainnya, Lorensius Tena, juga mengungkapkan hal serupa. Kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) geothermal di Mataloko telah banyak memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Peningkatan status jalan, kata Lorensius Tena, telah mendorong aktivitas perekonomian masyarakat.
“Ketika ada geothermal, jalan ini akhirnya dibuka. Kami merasa senang karena membuat lingkungan jadi bagus. Sekarang jalan sudah lancar, tidak ada debu. Orang lancar ke gereja, ke sekolah juga aman,” ucap Lorensius Tena.
General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menjelaskan site development berupa akses jalan ini dibangun untuk kelancaran mobilisasi peralatan geothermal pada tahap konstruksi PLTP Mataloko.



Tinggalkan Balasan