“Jadi bukan sekadar medali-medali. Ini silaturahmi, karena itu PON diadakan. Jadi tolong jangan berpikir bahwa ini siap dan ini tidak siap. Ingat, ini NKRI, bukan sekadar omong Jakarta. Kita ngomong keindonesiaan,” lanjutnya.
Sebagai anggota dewan yang membidangi olahraga dan pendidikan, Agustinus juga mengaku heran atas pernyataan Gubernur Kaltim, yang dianggap tidak menghormati proses penunjukan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON.
“Kalau tidak siap, kenapa NTT dan NTB mengajukan diri sejak lama? Jadi tolong Pak Gubernur Kaltim, hargai proses yang ada. Jangan hanya karena fasilitas ada, lalu minta dipindahkan. Ingat, PON bukan sekadar cari medali ya, Pak Gubernur. Terima kasih,” tandasnya. (*)
Halaman





Tinggalkan Balasan