Ruteng, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengeluarkan ancaman tegas terhadap dua dokter anestesi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, yang terlibat dalam aksi mogok kerja.
Dalam kunjungannya ke Puskesmas Waelengga, Manggarai Timur, Jumat (11/4/2025), Melki menegaskan bahwa mogok kerja yang dilakukan oleh kedua dokter tersebut telah mengganggu pelayanan medis di rumah sakit dan menyebabkan adanya korban jiwa.
Menurut Gubernur Melki, mogok kerja yang dilakukan oleh dokter anestesi ini disebabkan oleh ketidakpuasan mereka terhadap honor yang diterima. Namun, akibat tindakan tersebut, pasien-pasien yang membutuhkan layanan anestesi tidak mendapatkan penanganan yang optimal.
“Sudah ada pasien yang meninggal akibat mogok kerja ini. Ini bukan soal honor lagi, tetapi soal tanggung jawab kemanusiaan,” tegas Melki.
Kedua dokter yang dimaksud adalah dr. Remidason Riba, Sp.An., seorang lulusan tahun 2022, dan dr. Yosefin Erfleniati Jati. Keduanya menolak untuk bertugas di RS TC Hillers karena menilai insentif yang diberikan tidak sesuai dengan harapan mereka.



Tinggalkan Balasan