“Media dan sarana teknologi belajar adalah sarana, bukan tujuan. Tujuan dasar pendidikan tetaplah memanusiakan manusia,” tandasnya.

Sementara keempat; How should we make real literacy first dan virtual literacy then? Yakni peserta dipanggil untuk mengembalikan literasi dan numerasi real pada tempat pertama.

Ia menyebutkan, negara-negara maju literasi dan numerasi, seperti Finlandia dan Norwegia, sejak memasuki dekade 3 abad 21 telah memutuskan mengutamakan literasi dan numerasi real daripada virtual. Pena dan buku tulis wajib dipakai sebagai sarana belajar.

Bahkan kata RD Yohanes, Cina, Rusia, dan Iran melarang penggunaan media sosial bagi siswa-siswi sekolah menengah. Artinya menulis, bukan mengetik; membaca buku, bukan menatap layar harus dikembalikan sebagai basis.

Karena itu di akhir kata, RD Yohanes mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan moderator dalam kegiatan seminar pra pengukuhan peserta PPG GT tahap 3 yang akan di laksanakan pada Sabtu, 22 Februari 2025 besok.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada lulusan PPG Piloting 3. Kami mengucapkan terima kasih kepada ketua prodi dan sekprodi PPG. Terima kasih kepada panitia Penyelenggaraan Pengukuhan Lulusan PPG Piloting 3,” tutupnya.