Walau demikian, kata Frans Sarong, masih ada sejumlah pertanyaan, apakah betul atau tidak Melki Laka Lena dan Johni Asadoma akan berpasangan, karena lazimnya melalui proses peminangan atau pelamaran.
“Tapi pak Melki ke pak Johni tidak pakai lamaran. Ketika ada sinyal bersatu dan begitu saja bersatu. Ya… sudah berjalan saja seperti itu. Karena banyak juga yang berproses lewat lamaran, namun dalam perjalanan bubar. Kalau Melki-Johni tanpa proses lamaran tapi keduanya sangat solid hingga berproses dan akhirnya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2025-2030,” jelasnya.
Frans Sarong berharap ke depan, soliditas ini harus dijaga. “Saya melihat keduanya ini selalu saling terbuka, juga membicarakan dan mendiskusikan berbagai hal. Itu yang luar biasa,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan