“Kalau berbicara tentang perjalanan politik Melki-Johni, saya tidak tahu memulai dari mana. Namun bagi saya sangat unik karena sejak awal keduanya memproklamirkan diri sebagai calon Gubernur NTT 2024. Tapi semacam punya chemistry yang sama sehingga bisa bersatu untuk memimpin NTT lima tahun ke depan. Ini luar biasa keduanya punya kecocokan, dan benar-benar saling mengisi, terbuka dan saling percaya satu sama lain. Saya kira itu dan sekarang keduanya berada di Jakarta dalam rangka persiapan pelantikan tanggal 20 Februari mendatang,” ujar Wakil Ketua Media dan Penggalangan Opini (MPO) Golkar NTT ini.

Menurut Frans Sarong, perjalanan politik Melki Laka Lena dan Johni Asadoma sangat inspiratif, karena tidak melalui proses atau polemik yang besar.

“Benar ada sejumlah nama yang masuk bursa sebagai pendamping Melki Laka Lena, tetapi belum ada komunikasi secara mengerucut. Namun tiba-tiba muncul Pak Johni dan langsung jadi, kan begitu. Proses ke dalam seperti apa saya sendiri juga tidak terlalu tahu karena agak unik beliau berdua ini,” lanjutnya.