“Kami sangat bersyukur karena dalam komunikasi, ternyata Pak Andreas ini mampir dan setelah itu beliau mengatakan, pihaknya mentake over pembangunan gedung gereja, syukur karena 90 persen bahan serta tukang-tukang yang mengerjakannya berasal dari dan Jakarta. Semula bagi kami tidak mungkin, semuanya menjadi mungkin. Saya sangat bersyukur karena Tuhan mengirim hamba-Nya Pak Andreas tepat waktu,” tegas Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Papua ini.

Sosok Andreas menurutnya layak diletadani karena membangun semua gedung gereja baik gereja Kristen Protestan, Katolik bahkan masjid.
“Saya berterimakasih dan bersyukur karena kehadiran gereja mestinya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Kita semua bersyukur karena gedung gereja ini sangat-sangat baik,” ungkapnya.

Sementara Melki Laka Lena saat memberi sambutan, mengurai beberapa kisah kontribusinya dalam membangun NTT, termasuk RSUP Ben Mboi dan BLK Komunits kepada GKII di Kupang.

“Dari beberapa kerja-kerja lapangan kita semasa di DPR RI, saya berkesimpulan, prinsipnya ketuklah maka pintu akan dibukakan. Sejauh kita yakini bahwa yang kita buat itu hal baik dan berguna bagi banyak orang, yakinlah Tuhan akan buka jalan. Kehadiran gedung ini, mungil dan suasana kekeluargaanya kuat, adalah implementasi dari apa yang sudah Tuhan firmankan,” tegas Melki sembari meminta agar kedepan gedung gereja ini dimanfaatkan sebaik mungkin dan para jemaat diminta untuk mendoakan para tokoh gereja maupun pemerintah.