“Kami ingin melawan sistem yang jahat ini, karena pasangan yang terpilih diduga kuat melakukan money politic,” tegasnya.

Pihaknya pun sudah mengantongi bukti berupa uang, saksi yang menyaksikan, juga ada petugas yang diminta bantuan untuk menyalurkan uang tersebut.

“Mereka mengakui ada tekanan psikis dari orang lain yang membuat mereka mengalami sebuah ketakutan untuk memberikan kesaksian. Namun kita sudah dekati, dan mereka siap untuk memberikan kesaksian. Kita juga minta untuk Bawaslu Provinsi supervisi Bawaslu Sikka dan harus mengambil alih kasus dugaan pelanggaran Pemilukada di Kabupaten Sikka. Larena ini hanya satu-satunya cara untuk menyelamatkan masyarakat Sikka. Jangan sampai harkat dan martabat kemanusiaannya direndahkan hanya untuk kepentingan politik saat ini,” pungkasnya. (*)