Sepintas ada aneka cuplikan, komentar, dan pandangan “terlepas” dari beberapa tokoh politik yang selama ini telah bersama-sama dan mengikuti “safari politik” paket Emanuel Melkiades Laka Lena-Johanis Asadoma (MLL-JA) di seluruh pelosok wilayah yang ada di Provinsi NTT. Maaf ini hanya khusus untuk paket MLL-JA.

Menurut mereka, paket MLL-JA bicaranya terukur, santun dan lebih ‘membumi.” Tidak ‘doyan” menggunakan istilah yang tidak dipahami oleh rakyat jelata. Paket MLL-JA dinilai lebih memahami karakter dan karaktersitik wilayah NTT. Apalagi paket MLL-JA in didukung penuh oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM). Karena itu, paket MLL-JA sudah pasti akan membuat NTT lebih banyak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Secara spesifik ada juga yang berkomentar bahwa figur MLL memiliki keunggulan plus yakni sebagai Wakil Ketua Umum I Partai Golkar; sehingga memiliki kapasitas dan kewenangan bersama Pimpinan Partai Golkar untuk ikut menentukan kebijakan pemerintahan melalui Fraksi Partai Golkar di DPR-RI. Sosok MLL memiliki kepekaan sosial yang sangat tinggi melalui berbagai program dan aksi nyata saat menjadi Anggota DPR-RI. Figur MLL juga sebagai Ketua DPD I Partai Golkar NTT yang memiliki kewenangan melalui Fraksi Partai Golkar di DPRD NTT untuk menentukan arah dan kebijakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Provinsi NTT.

Di tikungan ini, penulis teringat Injil Matius di akhir kisah tentang pengakuan Petrus khususnya di ayat ke-20. Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias. Nah, dalam konteks pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2024-2029; kita pun diminta untuk bersabar, sembari terus mendaraskan doa serta dengan hati nurani yang jernih dan kesadaran yang tinggi, kita tentu berharap agar para pemilih dapat menggunakan hak politiknya dengan baik dan benar pada Rabu, 27 November 2024 yang akan datang.

Karena itu, menurut kamu siapakah Gubernur NTT? Hanya Tuhan (yang tahu) dan rakyat NTT yang mampu menjawabnya ! (*)