Setelah para murid yang selama ini bergaul dengan Yesus dalam keseharian-Nya mulai dari pewartaan Kerajaan Allah, menyembuhkan orang sakit, memelekkan orang buta, mentahirkan orang kusta, dan mengampuni para pendosa. Akhirnya Yesus memberikan sebuah pertanyaan, menurut kamu siapakah Aku ini; hai para murid-Ku, setelah kamu hidup bersama-Ku dan melihat pengajaran serta perbuatan baik yang telah Kulakukan selama ini.

Siapakah Aku ini? Karena itu, tidak heran para murid ada yang menjawab Yohanes Pembaptis (mewartakan pertobatan dan pembaptisan), Elia dan Yeremia (Mewartakan Penggenapan Janji Allah: Perjanjian Baru). Hanya saja Mesias yang dimaksud oleh Yesus merupakan Mesias yang menyelamatkan manusia dari dosa, karena dosalah yang membuat manusia terpisah atau memisahkan diri dengan Allah.

Mesias bukan berarti membebaskan orang Israel dari penjajahan Romawi, lebih dari itu bahwa hal yang paling mendasar dari kejahatan manusia adalah dosa. Dan Simon Petrus pun menjawab sungguh Engkau adalah Anak Allah, Mesias – yang Diurapi, yang Kudus, Sang Penyelamat umat manusia dan pembebasan umat manusia dari dosa. Karena dosalah yang telah memisahkan relasi Allah dengan manusia (bandingkan Kejadian 3:1-24).