Menurut Ahang, penetapan tersangka terhadap seorang Cabup Maksimus Ngkeros justru jadi pelajaran bagi cabup-cabup lain, kalau mau jadi pemimpin di daerah-daerah, semua kata dan ucapan harus bisa dikontrol. Tidak bisa asal omon-omon saja.

“Masyarakat harus memilih Cabup yang bisa mengontrol mulutnya sendiri, sebelum ia diberi kepercayaan untuk mengontrol mulut masyarakat,” pungkasnya.** (SN/KN)