Harapannya agar tempat itu bisa memberi kontribusi pemenuhan bahan makan kepada masyarakat sekitar dan skala lebih luas.

“Bukan kita omong-omong. Pak Zainal yang sudah mempraktikkan itu saja tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat. Bicara Pemerintah pusat berarti, Prabowo-Gibran. Bicara Prabowo-Gibran, pasti Melki-Johni,” ujar Melki Laka Lena dalam kesempatan itu.

Melki Laka Lena menyebut, produk yang ada jika dimungkinkan agar diolah lebih lanjut agar memberi nilai lebih. Diaspora asal NTT maupun intervensi pemerintah provinsi akan dilakukan agar memberi implikasi lebih besar terhadap produk masyarakat dan UMKM.

Melki-Johni, kata dia, selain menggandeng Diaspora asal NTT, dilanjutkan dengan mendorong hasil pertanian dan olahan masuk ke supermarket besar yang ada di NTT. Disamping, membawa lebih banyak dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu masyarakat lokal.

Melki Laka Lena menyebut, selain memberikan pertambahan ekonomi, pengelolaan tanaman semacam ini bisa disuplai dalam rangka program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.