Zainal dalam kesempatan itu menitipkan pesan ke Melki Leka Lena. Mestinya, pengelolaan pertanian itu disiapkan dengan baik. Tahap awal harus dilakukan persiapan lahan hingga proses pemasaran di tahapan akhir.

Dia mengaku, kendala paling banyak yang dia temui membangun kawasan pertanian terpadu itu adalah koordinasi dan komunikasi antar instansi yang sulit.

Terkadang kementerian atau lembaga itu hanya melakukan pembangunan tanpa perencanaan yang harusnya bisa juga digunakan untuk manfaat lainnya.

“Kadang tidak sama antar kementerian atau lembaga lain dengan kami disini. Kadang mereka bangun-bangun saja,” katanya.

Meski begitu, kawasan itu tidak terlepas dari intervensi bantuan dari berbagai kementerian atau lembaga yang ada. Ia juga berharap di level Pemerintah Provinsi agar bisa lebih intens berkomunikasi agar pembangunan bisa memberi manfaat ganda, seperti yang direncanakan dalam sistem pertanian terpadu.

Dukungan pemerintah pusat itu, kata Zainal, menjadi penting. Intervensi pemerintah pusat sudah dia rasakan dalam pembuatan sistem pertanian terpadu. Walau ada catatan yang harus diperhatikan.