Leo mengaku, ia membayangkan Sr Nikolin menderita selama satu dua detik, lalu menghadap hadirat Tuhan yang mencintai dia dengan kasih yang kekal. Semoga dari tempat damai dan sukacita abadi, ujar Leo, Suster Nikolin mendoakan begitu banyak korban musibah gunung Lewotobi.

Sr Nikolin juga akan mendoakan ribuan rakyat yang kehilangan rumah dan tanaman di kebun-kebun mereka, siswa seminari Hokeng yang terpaksa pulang ke rumah, siswa-siswi SMP yang sekolah dan asramanya hancur, anak-anak yang sakit dan terluka di tempat pengungsian,

“Suster Nikolin terkasih, Terima kasih untuk teladan pengabdianmu yang luar biasa. Doakan begitu banyak orang yang pernah engkau layani dengan sepenuh hati dan tetap membutuhkan bantuanmu. Salam kasih untukmu menembus langit,” kata Pater Leo Kleden.

Gunung Lewotobi Laki-laki , kembali meletus, Rabu (6/11) malam. Letusan kali ini disertai gemuru, guguran, dan lontaran lava pijar ke arah utara sejauh 1000 meter dari puncak erupsi/letusan.

“Telah telah jadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tanggal 6 November 2024 pukul 18.57 Wita, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi 2 menit 52 detik,” kata Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Wulanggitang, Flores Timur, Rabu (6/11) malam. (*/ad)