Ia kembali menegaskan bahwa NTT butuh pemimpin yang punya hati, pikiran terbuka, dan untuk membangun NTT tidak bisa sendiri. “Membangun NTT tidak bisa hanya andalkan teman, karena teman juga punya Dapil sendiri, dan harus jelas koalisinya mana. Dan saat ini hanya Paket Melki-Johni yang punya koalisi. Yang lain tidak ada,” ungkap Anita Gah.
Terkait pernyataan Simon Petrus Kamlasi (SPK) yang menyatakan tidak butuh dana dari pusat, Anita Gah menegaskan bahwa pernyataan itu salah. “Dia omong begitu, karena dia tidak pernah masuk ke dunia politik. Itu salah. Siapa bilang kita tidak butuh?” terangnya.
Anita menegaskan, NTT saat ini sangat ketergantungan dengan dana pusat. Bahkan untuk membayar hutang yang ditinggalkan Viktor Laiskodat pun harus dipotong lewat dana DAU oleh pemerintah pusat. Karena itu, butuh pemimpin yang bisa mengurai dan membebaskan NTT dari persoalan dana fiskal daerah. Sosok itu ada di Melki-Johni. (*/tim)





Tinggalkan Balasan