“Tidak mungkin mereka berjuang untuk NTT semua. Tidak mungkin. Tapi kalau kita berkoalisi dengan menteri, ketika Pak Melki datang, pasti menterinya lihat siapa nih? Oh Melki. Dari mana? Golkar. Oh koalisi. Ibaratnya dalam rumah tangga, ini anak kandung, ini anak luar lah,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa, hubungan pertemanan dan koalisi dalam pemerintahan adalah sesuatu yang sangat berbeda jauh. “Pimpinan partai kita semuanya duduk sama-sama Presiden. Pimpinan Golkar jadi menteri, pimpinan Demokrat jadi menteri, pimpinan Gerindra jadi menteri. Saya bilang seperti anak kandung. Setiap makan duduk satu meja. Kalau orang lain kan di luar, makan di luar. Koalisi Melki-Johni ini anugerah untuk masyarakat NTT,” tegas Anita Gah.

Srikandi Partai Demokrat ini menyatakan, selama 5 periode menjadi anggota DPR RI, baru kali ini dia bersemangat, dan ingin berjuang ketika Melki Laka Lena maju menjadi calon Gubernur NTT.

“Selama ini saya berjuang untuk NTT, tiap kali mau bertemu Gubernur susah. Tapi kalau sekarang, saya dengan Pak Melki enak ngobrol. Yang begini susah dicari. Kalau Pak Melki jadi Gubernur maka top. Artinya NTT lebih banyak berkembang,” terangnya.