Penguatan Capacity Building dari anggota petani kopi telah dilakukan oleh KSP TLM Indonesia melalui pelaksanaan pelatihan pasca panen, pemberian mesin pengupas kulit kopi dengan melibatkan pihak MPIG di Kabupaten Ngada.
Dalam kolaborasi ini tengah berproses untuk mengembangkan ekosistem yang menghubungkan petani, pengepul, pengusaha dan pembeli guna mendapatkan model rantai pasok yang saling menguntungkan semua pihak sesuai asas usaha yang sehat serta Langkah nyata implementasi Gerakan Cinta dan Bangga Produk Lokal NTT.
“Memperkenalkan produk La Kopi dimulai dengan membangun Brand Identity La Kopi melalui model sayembara. Pemilihan nama La Kopi sesuai dengan nilai filosofi yang dimiliki oleh KSP TLM Indonesia yaitu kata La diambil dari Bahasa Spanyol yang berarti Perempuan,” jelas Zelsy.
Dikatakannya, sasaran utama dari KSP TLM Indonesia adalah perempuan. Sedangkan Kopi adalah salah satu komoditi unggulan dari NTT yang belum dinikmati secara luas dari orang NTT. Sehingga La Kopi adalah produk Kopi yang dihasilkan oleh Kaum Perempuan yang adalah penggerak ekonomi rumah tangga.



Tinggalkan Balasan