Tiga suku besar itu yakni Suku Kaesmetan, Meko, dan Kutet yang kemudian dibagikan kepada masyarakat, tapi sampai saat ini masyarakat tidak bisa membuat sertfikat tanah. “Kita mau urus sertifikat sulit sekali, padahal tanah itu sudah diserahkan kepada tokoh adat tiga suku ini kepada masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Kadek, jika Melki-Johni terpilih jadi gubernur dan wakil gubernur, menuntaskan persoalan tanah tersebut.

Persoalan lain ialah wilayah Tokodede yang dihuni oleh warga baru dari Timor Leste selama 25 tahun, dan masyarakat tidak yang tinggal di sana juga tidak bisa mengurus sertifikat tanah.

Sewa Lampara Seumur Hidup

Menurut Made, nelayan Wini diberikan bantuan Lampara oleh pemerintah daerah dengan status sewa sebesar Rp30 juta per tahun. Yang dipertanyakan Made ialah sewa lampara berlangsung selama seumur hidup. Padahal, lanjut dia, biasanya lampara disewakan maksimal lima tahun kemudian dilanjutkan dengan pemutihan

“Setiap tahun bayar sampai lampara itu hancur di laut, bagaimana nelayan hidup kalau tiap tahun bayar ke dinas perikanan. Ini yang kami mohon jika bapak jadi wakil gubernur, tolong perhatikan masyarakat di Wini,” ujarnya.

Untuk masalah tanah, Johni mengatakan akan mempelajari persoalan tersebut dengan mengundang berbagai pihak termasuk badan pertanahan nasional (BPN) dan para tokoh adat jika ia dan Melki Laka Lena terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur. “Kita bisa cari jalan keluarnya,” kata Johni.

Sedangkan terkati Lampara, Johni mengatakan akan mempelajari persoalan yang disampaikan masyarakat.

“Ini barang negara, jadi saya harus pelajari masalahnya, tidak mungkin saya bilang nanti saya bereskan, apalagi lampara tersebut dikeluarkan dari pemerintah kabupaten. Jika Melki-Johni terpilih, persoalan yang disampaikan masyarakat itu akan dirapatkan bersama bupati untuk mencari solusi yang terbaik,” terangnya.

Adapun seluruh persoalan yang disampaikan oleh masyarakat di setiap titik kampanye dicatat oleh tim kampanye dan akan dipelajari. “Kita akan minta bupati jelaskan bagaimana duduk persoalan dari lampara ini kemudian dicari solusinya,” tutup Johni. (gma/tim)