Disebutkan Melki Laka Lena, anggaran untuk BLK Multimedia itu untuk fisik bangunan sebesar Rp 500 juta, dan untuk kelengkapan dan peralatan sebesar Rp 300 juta serta biaya pelatihan gratis sepama dua tahun itu sebesar Rp 200 juta. “Jadi totalnya ada Rp 1 miliar,” ujar Melki Laka Lena disambut sorak riang para Claretian.

Melki Laka Lena berharap agar BLK yang dibangun itu tidak hanya diperuntukkan bagi para Claretian tatapi juga bisa mengikutsertakan masyarakat awam di sekitar Seminar.

Pimpinan Seminari Claret, P. Valens Agino, CMF usai memimpin ibadat peletakan batu pertama BLK tersebut mengatakan, sudah sejak lama lembaga Seminari Claret mengimpikan adanya BLK. “Pak Melki Laka Lena telah mewujudkan mimpi kami para misionaris claretian. Sudah lama kami mengharapkan ada BLK seperti ini,” sebut Pater Valens.

BLK di Sinode GMIT

Di hari yang sama, pembangunan BLK multimedia juga dilakukan di kompleks Kantor Sinode GMIT. Acara pelatakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie dan Penjabat Walikota Kupang, Linus Lusi.