Sebanyak 43,6 responden menyebut akan memilih calon pemimpin berdasarkan track record, sedangkan hanya 0,3 persen yang menyebut faktor agama, suku atau etnis yang berpengaruh dalam keputusan mereka.

Hasil survei ini menunjukan indikasi positif bahwa rakyat semakin dewasa dalam menentukan pilihan politik mereka, dan tidak terjebak dalam isu – isu identitas yang sempit.

Dari hasil survei, kinerja dan pengalaman 43,6 persen, visi misi dan program yang ditawarkan 22,9 persen, karakter kepemimpinan (jujur, santun, tegas, sederhana dll) 14,0 persen.

Kapasitas atau kompetensi yang dimiliki 12,3 persen, asal daerah kandidat 2,5 persen, agama yang dianut kandidat 1,1 persen.

Gender atau jenis kelamin kandidat 0,3 persen, suku bangsa atau etnis kandidat 0,3 persen, berpenampilan fisik menarik (gaga, ganteng, menarik, good looking) 0,1 persen.

Dari hasil survei yang sama, masyarakat juga cenderung memilih pemimpin yang jujur, bersih dan bebas dari korupsi.

Kriteria pemimpin jujur, bersih dan bebas dari korupsi mendapat tingkat keterpilihan lebih tinggi, yakni 71,8 persen.