Di urutan ketiga pasangan calon Yohanis Fransiskus Lema – Refafi Gah 14,5 persen, dan Paslon Simon Petrus Kamlasi – Andreas Garu 6,8 persen di urutan terakhir.
Voxpol Center juga merilis hasil mengenai pasangan ideal untuk Melki Laka Lena. Pasangan Melki Laka Lena dan Johni Asadoma menduduki posisi teratas dengan elektabilitas 40,0 persen.
Pasangan Melki Laka Lena dan Jane Natalia Suryanto berada di posisi kedua dengan 15,6 persen, sementara pasangan Melki Laka Lena dan Gabriel Beri Bina di posisi ketiga dengan 13,4 persen.
Sedangkan pasangan calon Melki Laka Lena dan Anita Nidya Mahenu berada di urutan keempat dengan 4,1 persen.
Isu SARA Tidak Efektif
Hasil survei terbaru dari Voxpol Center juga menunjukan mayoritas masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cenderung memilih pemimpin berdasarkan kinerja dari pada faktor agama, suku, atau etnis.
Survei yang dilakukan tanggal 23 Juli hingga 1 Agustus 2024 ini mengungkapkan bahwa warga NTT semakin memperlihatkan kualifikasi dan capaian calon pemimpin dalam menentukan pilihan mereka.
Sebanyak 43,6 responden menyebut akan memilih calon pemimpin berdasarkan track record, sedangkan hanya 0,3 persen yang menyebut faktor agama, suku atau etnis yang berpengaruh dalam keputusan mereka.
Hasil survei ini menunjukan indikasi positif bahwa rakyat semakin dewasa dalam menentukan pilihan politik mereka, dan tidak terjebak dalam isu – isu identitas yang sempit.
Dari hasil survei, kinerja dan pengalaman 43,6 persen, visi misi dan program yang ditawarkan 22,9 persen, karakter kepemimpinan (jujur, santun, tegas, sederhana dll) 14,0 persen.
Kapasitas atau kompetensi yang dimiliki 12,3 persen, asal daerah kandidat 2,5 persen, agama yang dianut kandidat 1,1 persen.
Gender atau jenis kelamin kandidat 0,3 persen, suku bangsa atau etnis kandidat 0,3 persen, berpenampilan fisik menarik (gaga, ganteng, menarik, good looking) 0,1 persen.
Dari hasil survei yang sama, masyarakat juga cenderung memilih pemimpin yang jujur, bersih dan bebas dari korupsi.
Kriteria pemimpin jujur, bersih dan bebas dari korupsi mendapat tingkat keterpilihan lebih tinggi, yakni 71,8 persen.







Tinggalkan Balasan