“Agroekologi adalah bagian dari pertanian berkelanjutan yang menggambarkan hubungan alam, ilmu sosial, ekologi, masyarakat, ekonomi, dan lingkungan yang sehat. Agroekologi diterapkan berdasarkan pada pengetahuan lokal dan pengalaman dalam pemenuhan kebutuhan pangan local,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa 10 kabupaten yang berpotensi itu tersebar di pulau Flores, Pulau Alor, Pulau Sumba dan pulau Timor. Daerah terbanyak berasal dari Pulau Flores terdiri dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Ngada.

NTT sendiri juga dinilai pas untuk pengembangan agroekologi karena sejak tahun 2020 lalu sampai sekarang YBL bersama dengan Pemerintah Provinsi dan kabupaten telah mengembangkan agroekologi bamboo. (Yhono Hande)