“Jadi ada BUMD. Di situ kita buka lapangan pekerjaan. Ini yang tidak dilakukan oleh pemerintahan Kota Kupang selama ini. Kalau masalah sampah diselesaikan dengan bakar, maka tidak butuh sekolah untuk bisa jadi pemimpin di Kota Kupang,” tegasnya.
Ia menegaskan, untuk memajukan Kota Kupang harus dimulai dengan pembangunan karakter dari rumah. Selain pembangunan karakter, pengolahan sampah dan pencegahan banjir juga harus dimulai dari rumah.
“Syarat untuk menjadi pemimpin. Pertama, dia harus mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga dan kelompok yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Kedua, dia harus bereskan dia punya hati dari cinta uang. Ketika lulus dua syarat ini, maka sebagian masalah di Kota Kupang selesai,” tegasnya.
Robert P. Fanggidae juga memberikan perhatian serius terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang. Ia menilai PAD Kota Kupang yang saat ini mencapai Rp180 Miliar terlalu kecil. Menurutnya, perlu adanya perbaikan SDM yang bekerja di bidang pendapatan, serta perlu diterapkan digitalisasi pengolahan parkir di Kota Kupang.



Tinggalkan Balasan