“Oleh karena itu saya mengajak masyarakat yang termasuk dalam program PTSL ini untuk ramai-ramai manfaatkan kesempatan ini, mumpung banyak hal yang di permudah,” tandasnya.

Kendati begitu, Bupati Hery menyampaikan terima kasih kepada BPN Manggarai, Provinsi NTT, hingga kementerian BPN di Jakarta yang telah mendengar dan mengakomodir atas usulaln dari Pemda Manggarai pada kegiatan PTSL itu.

Sementara Kepala BPN Manggarai Siswo Haryono menjelaskan terkait biaya PTSL di bagi dua barang yakni yang belum dan sudah terigester.

“Kalau barang itu belum terigester itu bebannya ada pada masyarakat (materai,pilar) dan lainnya. Kemudian begitu sudah teregister ke BPN itu nol rupiah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, target yang akan di capai oleh BPN dan Pemda Manggarai mencapai belasan ribu sertifikat.

Sedangkan kata dia, untuk capaian hingga saat ini yang telah masuk dalam dasbot BPN mencapai 7 ribuan data.

“Target kita memang 12 ribu untuk seluruh Manggarai itu terbagi dalam 17 desa dari 9 kecamatan termasuk Ruteng di desa Bangka La’o dan Pong La’o. Pembagian sertifikat tersebut berjumlah untuk desa Bangka La’o 741 dan desa Pong La’o itu 589,” terangnya.