“Dimana tahun ini dari BPN adalah PTSL, yang dulu kita kenal sebagai prona. Dan tahun ini ditargetkan akan ada 12 ribu bidang tanah yang disertifikatkan.

Ia berujar, sampai dengan bulan Mei, sekitar 7 ribu sertifikat yang sudah selesai. Kendati hari ini lanjut dia ada dua desa yang harus di serahkan yakni desa Bangka La’o dan Pong La’o, sementara beberapa desa lainnya akan diupayakan pada beberapa waktu yang akan mendatang.

“Ini merupakan bagian dari cara pemerintah untuk menyiapkan dan menyediakan untuk memastikan dan pemenuhan dokumen hak atas tanah dari masyarakat,” tegasnya.

Meskipun demikian tambah dia, ada beberapa soal yang belum bisa diselesaikan di masing-masing wilayah, hal itu karena partisipasi masyarakat.

“Pemerintah memng datang dengan BPN, metodologi kerja, sistematika kerja yang sudah sesuai aturan, tetapi disisi lain harus ada partisipasi dari masyarakat juga yang harus dikerjakan baik untuk pendaftaran maupun pemenuhan dokumen harus disiapkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, jika hari ini pihaknya mulai dengan pembagian sertifikat namun bagi masyarakat yang belum masuk atau proses sertifikatnya itu akan masih terus di proses.