KUPANG, KN — Areal halaman Kantor Camat Kelapa Lima berubah menjadi pusat perhatian masyarakat pada Selasa (18/8).
Ratusan warga yang terdaftar sebagai penerima jaring pengaman sosial memadati lokasi sejak pagi hari untuk menghadiri acara peluncuran distribusi bantuan pangan beras alokasi triwulan ketiga (Juli–September) Tahun 2026.
Di tengah deretan kursi pengunjung yang dipenuhi warga dari berbagai kelurahan, jajaran pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT bersama pejabat Pemprov NTT dan Pemkot Kupang berkoordinasi erat memastikan kelancaran operasional logistik di lapangan.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menjelaskan bahwa pendistribusian beras ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat serta memperkuat stabilitas pasokan pangan daerah.
Untuk jangkauan seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bulog mengalokasikan total pasokan sebesar 25.578,93 ton beras yang diperuntukkan bagi 852.631 penerima manfaat.
Khusus untuk kawasan Kota Kupang, kuota yang dikucurkan mencapai sekitar 1.119 ton beras untuk memenuhi hak 37.319 penerima manfaat.
Pihak Bulog menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat rantai pasok bersama pemerintah daerah, aparat kecamatan, lurah, hingga jasa transporter agar bantuan tidak mengalami hambatan teknis.
“Bulog berkomitmen memastikan penyaluran berlangsung tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, serta diterima masyarakat yang berhak,” ujar Pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam.
Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Dr. Drs. Yusuf Lery Rupidara, M.Si., dalam pandangannya menyebutkan bahwa bantuan beras ini sejatinya adalah hak murni masyarakat yang dikelola oleh negara.
Ia mengingatkan agar bantuan logistik ini dijadikan stimulus untuk memacu kemandirian ekonomi keluarga dan pola hidup hemat, alih-alih memicu ketergantungan.
“Bantuan beras bukan untuk menyelesaikan seluruh persoalan pangan keluarga, melainkan untuk meringankan beban sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus bekerja keras, hidup hemat, meningkatkan usaha, dan membangun kemandirian ekonomi,” ungkap Yusuf Lery Rupidara di hadapan warga.









Tinggalkan Balasan