“Saya selalu mengingatkan bahwa 3,5 tahun (kuliah) harus selesai. Hari ini kita motivasi itu bisa membuahkan hasil, di mana salah satu lulusan kita ibu Diny bisa menamatkan sarjana dengan predikat lulusan terbaik,” terangnya.
Dr. Semuel Haning menegaskan, ketika menjadi sarjana, maka seseorang pastinya sudah dibekali dengan hard skill dan soft skill.
Ia berharap, berbekal skill yang sudah diterima, lulusan UPG 1945 NTT diharapkan bisa berguna di tengah masyarakat.
“Jangan sombong, dan jangan angkuh. Hard skill kalian pegang. Tapi soft skill ketika kalian tampil, harus berguna bagi masyarakat. Saya pikir indah, bagaimana kita menghasilkan generasi-generasi unggul bagi masyarakat,” ucapnya.
Dikatakan Paman Sam, pada intinya UPG 1945 NTT ingin untuk terus menciptakan output atau lulusan yang berkualitas.
“Sehingga betul-betul mereka sampai ke masyarakat dikenal sebagai orang-orang yang berkualitas. Bukan sekadar banyak (lulusan),” tegasnya.
Sebagai Ketua BPH UPG 1945 NTT, Dr. Semuel Haning menyampaikan terima kasih kepada dosen-dosen, yang sudah membimbing para mahasiswa untuk menjadi lulusan yang berguna bagi bangsa dan negara.



Tinggalkan Balasan