“Kita ingin partai harus dibangun dengan aturan yang jelas. Tentu kita akan memberikan peringatan kepada kader-kader kita yang dalam Pileg kemarin berselingkuh dengan calon partai lain atau mengkhianati kadernya sendiri. Bahkan rela membunuh kadernya sendiri,” tegasnya.
Ahmad Yohan mengatakan, sanksi yang disiapkan berupa pemecatan. Namun sebelum dipecat kader tersebut akan mendapatkan peringatan 1, 2, dan 3.
“Kalau tidak ada perbaikan, tentu sampai dengan pemecatan. Tahapannya peringatan 1, peringatan 2 dan peringatan 3. Kemudian kita ajukan ke DPP untuk melakukan pemecatan,” tandasnya.
Terpisah, Syaiful Sengaji yang dikonfirmasi Pos Kupang tidak membantah. Ia mengaku akan menyampaikan klarifikasi ke DPW PAN NTT. Sebagai kader PAN, ia mengaku patuh terhadap keputusan partai.
“Benar sudah terima SP dari DPW PAN NTT. Sebagai kader partai saya taat dan patuh terhadap struktur partai. Posisi saya ada di Flotim. Sekembali dari saya akan menghadap DPW, ” ujarnya. (*)







Tinggalkan Balasan