Ia menyebutkan, sampai dengan tahun 2023 masih ada angka kematian ibu sebanyak 12 orang yang meninggal dan bayi 89 orang.
“Maka dengan demikian sudah dipastikan bahwa indeks kesehatan kita pasti akan menurun. Belum lagi kita bicarakan soal stunting 16%. Ironis diperhatikan dengan angka-angka seperti ini, pemerintah mengambil kebijakan untuk memberhentikan 249 Nakes,” sebutnya.
Kendati disaat rakyat membutuhkan pelayanan kesehatan sebagain besar pemerintah diberhentikan.
“Sedih daerah ini, kemana masyarakat akan mengadu. Kita tau pelayanan kesehatan adalah layan wajib dasar yang harus diberikan oleh pemerintah berkaitan dengan hak-hak dasar yang harus diperoleh rakyat,” tandasnya.
Karena itu Ia bertekad, jikalau terpilih sebagai bupati Manggarai nantinya, semua Nakes yang telah diberhentikan oleh pemerintah akan dipekerjakan kembali.
“Saya bertekad kalau pemerintah sekarang tidak mengembalikan mereka kepada posisinya tunggu saya di 2025. Saya jadi bupati 2025 siap 249 Nakes akan dipekerjakan kembali pada posisi semula demi pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan