“Dengan program ini yang pasti akan menentukan indeks pembangunan manusia. Apalagi saya punya yayasan yang bergerak dibidang itu, dalam pengamatan saya membaca dan menulis ini cukup rendah. Jadi, dua hal inilah yang mendorong saya. Dan jika nanti terpilih kebijakan inilah untuk kemudian diatur yang lebih baik lagi,” terangnya.
Ia menyadari bahwa dari profesi sebagai dokter lalu terjun ke dunia politik, itu tidak cukup apalagi hanya sebagai dokter.
“Kita boleh kerja layanan kesehatan sebagai garda terdepan setengah mati, ternyata beberapa kebijakan sebenarnya tidak mendukung secara baik oleh masyarakat,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia berfikir untuk membantu lebih banyak orang salah satunya adalah dengan cara mengatur kebijakan di level pemerintah Kabupaten Manggarai.
“Artinya kalau kita bicara daerah ya kebijakan daerah berkaitan dengan layanan kesehatan. Jadi untuk dokter menjadi politisi tidak akan hilang, tetapi saya akan membuat lebih banyak jika berada di pengambil kebijakan. Sebab didalam pengambilan kebijakan itu kita bisa mengajak berbagai pihak untuk memikirkan masalah-masalah,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan