“Tidak ada lagi Paji dan Demon, tapi yang ada adalah saudara dan reu,” ujar Karel Botoor.

Ia mengajak semua Ikatan Keluarga Lembata di Kupang untuk bersatu menyukseskan acara Temu Akbar IKL Kupang.

“Taan tou bersama untuk Lembata hara dien. Hari ini kita konkriykan dengan secara bahu membahu menyukseskan acara temu akbar IKL Kupang,” tandasnya.

Pantauan media, acara Temu Akbar, Peringatan Statement 7 Maret dan Pengukuhan Badan Pengurus IKL Kupang berlangsung meriah. Ada tarian dolo-dolo dan Beku asal Lebatukan yang dibawakan oleh mahasiswa dan mahasiswi asal Lembata di Kupang. 

Hadir dalam kesempatan itu, mantan Pj Bupati Lembata Marsianus Djawa, mantan Wakil Bupati Lembata dan Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, mantan Wakil Wali Kota Kupang Daniel Hurek, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi, serta sejumlah tokoh dan akademisi asal Lembata. (*)