“Kita sudah sepakat untuk melakukan penetrasi ke Dili untuk menjemput nasabah-nasabah potensial di sana untuk bisa kita ajak untuk menyimpan dananya di Bank NTT,” ungkapnya.
Dengan statusnya sebagai Bank Devisa, Bank NTT telah menarik perhatian dari masyarakat untuk melakukan transaksi valuta asing.
“Ada komunitas-komunitas biara yang juga sudah menyimpan dananya di kita dalam bentuk valuta asing. Yang kita sedang data juga komunitas-komunitas masyarakat Indonesia yang ada di Timor Leste. Sekarang kita lagi fokus untuk menghimpun dana-dana masyarakat,” pintanya.
Adi M. Pontus mengajak masyarakat di Kabupaten Belu dan sekitarnya yang ingin bertransaksi dengan warga Timor Leste, untuk menyimpan dananya di Bank NTT dalam bentuk tabungan Valas.
“Silahkan menyimpan dananya di kami. Ke depan, kami akan mendata dan mengajak pengusaha-pengusaha untuk memanfaatkan layanan devisa di Bank NTT,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan