Sementara itu, konflik non bersenjata seperti perang dagang antara negara-negara di dunia dapat berdampak pada sektor ekspor dan impor yang juga masih berkaitan dengan kenaikan bahan pokok akibat terbatasnya pasokan bahan pokok. Krisis global ini adalah salah satu permasalahan yang perlu menjadi perhatian bagi masyarakat dunia karena fenomena ini bahkan dapat berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari.
Menurut World Uncertainity Index (2023), pada quartal II tahun 2023 indeks ketidakpastian global masih cukup tinggi yakni sebesar 30.70. Kondisi ini memaksa negara-negara di dunia untuk bersiap siaga dalam segala kondisi yang dapat menimbulkan permasalahan pada bidang sosial ekonomi.
Krisis global lainnya yang perlu dikhawatirkan berkaitan dengan perubahan iklim. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (2023), durasi hujan yang akan terjadi pada periode 2023/2024 akan cenderung menurun atau lebih pendek dibandingkan dengan durasi musim hujan normal. Fenomena ini bahkan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dengan angka mencapai 62.80%. Durasi musim hujan yang pendek ini dapat menyebabkan bencana kekeringan dan berdampak pada gagal panen dan kelaparan. Sementara itu, persebaran curah hujan juga tidak merata. Ada daerah yang akan memperoleh hujan dengan intensitas ringan namun pada saat yang sama ada daerah yang akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi yang lama pada beberapa daerah dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor. Fenomena ini dapat menyebabkan terjadinya bencana alam yang juga dapat berujung pada bencana lain seperti gagal panen akibat banjir dan tanah longsor. Bencana gagal panen ini dapat merambah pada dinamika ekonomi dan sosial.
Fenemena lain yang berkaitan dengan isu global adalah perkembangan teknologi.





Tinggalkan Balasan