Dalam kesempatan ini pula warga menyampaikan beberapa permintaan atau usulan lebih khusus listrik dan usus-usulan lain yang harus dipenuhi oleh pihak PLN UIP Nusra.
Kegiatan FPIC dari PLN pun berjalan aman, meski banyak sekali kekurangan yang ditemukan, seperti saund sistem yang lazimnya digunakan pada kegiatan serupa di beberapa tempat kegiatan lainnya. Tapi itulah kondisinya.
Dalam kegiatan ini tim PLN memaparkan manfaat-manfaat proyek strategis nasional Geothermal kepada masyarakat. Hal ini diharapkan menjadi dasar pikiran untuk masyarakat, sebelum mengambil keputusan mendukung atau menolak pembangunan tersebut tanpa paksaan atau intimidasi.
Di hadapan peserta yang hadir, tim PLN mengatakan, Geothermal atau panas bumi merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan.
Walaupun, faktanya aktivitas-aktivitas tambang geothermal hanya memberikan dampak kecil pada lingkungan, dibandingkan aktivitas-aktivitas pertambangan yang lain.
“Yang membedakan aktivitas geothermal dan Migas adalah kandungan yang diambil dari dalam bumi. Pada Migas, yang diambil adalah minyak dan gas. Sementara, pada Geothermal, yang diambil hanyalah uap panas yang dihasilkan bumi. Kalaupun ada air, yang sangat dibutuhkan dalam geothermal tetap akan dikembalikan ke dalam perut bumi,” kata Sandro Ginting tim dari PLN.





Tinggalkan Balasan