“Terima kasih atas kunjungan ini, semoga dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Kota Kupang,” pungkasnya.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, Kota Kupang merupakan kota keempat launching implementasi Wolbachia.

Ia menjelaskan, lewat teknologi Wolbachia pemerintah akan melepas telur-telur nyamuk yang di dalamnya ada bakteri Wolbachia, untuk dikawinkan dengan nyamuk lokal.

Diharapkan, dari proses perkawinan nyamuk dengan teknologi Wolbachia ini akan menghasilkan nyamuk yang bebas demam berdarah.

“Setiap minggu ember harus diganti dan diisi telur yang baru,” ungkap Maxi dan menambahkan, jumlah kebutuhan Wolbachia di Kota Kupang mencapai 2,6 juta setiap minggu.

Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake menyampaikan, DBD masih jadi masalah serius di seluruh Kabupaten/Kota di NTT.

“Tahun 2022, terdapat 3376 kasus. Ada 29 kasus kematian di beberapa Kabupaten/Kota,” ungkapnya.