Futuremakers by Standard Chartered yang telah melatih kaum muda berusia 16-29 tahun dalam memulai usaha kriyanya sendiri diapresiasi oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake mengatakan, Futuremakers dan pertemuan bisnis tersebut membuka kesempatan ekonomi baru bagi para peserta.
“Pemerintah mengapresiasi para kaum muda Kupang yang telah berjuang mengasah kemampuan mereka melalui pertemuan bisnis ini. Upaya Standard Chartered Indonesia dan Plan Indonesia ini juga mengingatkan kita semua, bahwa kita perlu memberikan dukungan yang lebih optimal agar para pengusaha muda bisa bersaing setara di pasar,” ujar Ayodhia.
Sementara, Diana Mudadalam, Head of Corporate Affairs, Brand & Marketing, Indonesia & ASEAN Markets (AU, BN, PH), Standard Chartered, mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti nyata pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang dilaksanakan selama setahun terakhir bersama Plan Indonesia.
“Kami memberikan apresiasi kepada para peserta Futuremakers by Standard Chartered yang telah berhasil belajar dan saat ini memiliki kemampuan dalam berkarya membuat kriya dan menjual usahanya. Kami sangat bangga program ini telah berlangsung dengan baik, yang tidak lepas dari dukungan dan kerja sama mitra kami, yakni Plan Indonesia, dan juga pemangku kepentingan lainnya. Kami berharap ini bisa menjadi awal yang baik untuk meningkatkan akses menuju peningkatan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi muda khususnya di Kupang,” ujar Diana.
Diana menambahkan, program Futuremakers by Standard Chartered merupakan inisiatif global yang diluncurkan di tahun 2019 lalu sebagai bentuk kepedulian Bank terhadap komunitas sekitar lokasi operasionalnya.
Melalui pilar kewirausahaan yang merupakan bagian dari program Futuremakers, Bank bekerja sama dengan Plan Indonesia, untuk menyelenggarakan pelatihan UMKM Kriya untuk proyek kewirausahaan di Nusa Tenggara Timur pada 2022.
Program ini bertujuan mendukung peningkatan kondisi ekonomi kaum muda di era pascapandemi COVID-19, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, di wilayah tersebut. Program senilai USD 300.000 (Rp 4,3 miliar) ini didanai oleh Standard Chartered Foundation, dengan target mendukung sebanyak 400 peserta kaum muda, termasuk 240 orang perempuan dan 100 penyandang disabilitas, melalui pelatihan keahlian kerja dan pendampingan bisnis mikro.







Tinggalkan Balasan