Hal ini karena perusahaan yang mengoperasikan kapal pinisi tersebut, tidak ada di NTT. “Jika benar demikian, maka panggil perusahaan tersebut dan tanyakan kebenaran informasinya,” jelasnya.

Hal ini disampaikan Agustinus, karena menurutnya, pembangunan pariwisata di NTT harus berdampak pada banyak orang.

“Pariwisata itu untuk menghidupi, bukan untuk memperkaya orang tertentu atau perusahaan tertentu,” tegasnya. (*)