“Di daerah timor, saya punya anak-anak didik banyak dari Kefa, Soe, dan Atambua. Artinya kita butuh wakil-wakil yang tahu persis kebutuhan masyarakat itu apa, dan berani memberikan ide-ide politik untuk pembangunan daerah,” sambungnya.

Adolfina menyebut, masih banyak hal yang harus diperbaiki di NTT terutama soal ekonomi, di mana NTT masih menduduki posisi ketiga Provinsi termiskin di Indonesia. Selain itu, sektor pendidikan, pertanian, peternakan, dan kesehatan, menjadi hal yang perlu diperbaiki di NTT.

“Sebenarnya kita membutuhkan orang-orang yang kerja dengan hati. Tapi sekarang orang lomba-lomba jadi dewan sebagai sumber penghasilan. Lalu rakyat dapat apa,” gugat Adolfina.

Di akhir pernyataannya, Adolfina mengajak seluruh masyarakat NTT khususnya masyarakat di Pulau Timor, Rote, Sabu dan Sumba untuk sama-sama berjuang mewujudkan visi dan misi yang telah dicanangkan.

“Saya sudah selesai dengan pribadi saya. Anak-anak saya sudah bebas. Suami dan anak-anak saya sudah mengiklaskan saya untuk mengurus masyarakat NTT,” pungkasnya. (*)