“Karena DBD itu turun drastis, tidak sampai 100 kasus, dibandingkan 500 kasus sebelumnya. Saya kira ini kerja-kerja yang melibatkan masyarakat dan buah karya masyarakat Kota Kupang itulah yang kita rasakan saat ini,” ucapnya.

Ke depan, pemerintah Kota Kupang dan HIPMI akan membangun sumber air bersih, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Kupang.

“Tidak lama lagi. 2024 kalau tidak ada rintangan, Kota Kupang akan berkelimpahan air bersih. Ini masalah berpuluh tahun, tetapi dengan kolaborasi dengan semua pihak ini akan disekesaikan. Karena kita sedang membuat air bersih masa depan yaitu dengan cara diseminasi air laut menjadi air tawar,” pungkasnya. (*)