“Dari video itu mereka putar yang sebatas negatif, sehingga dalam benak saya dan masyarakat bahwa kegiatan geothermal ini adalah kegiatan yang merusak lingkungan dan itu menurut mereka. Tapi secara pribadi saya melihat video itu hanya tanahnya negatif saja sedangkan yang positif mereka tidak ada,” tandasnya.

Sementara Pater Simon Suban Tukan, SVD mengatakan, selama ini lembaga yang dipimpinnya itu memang melakukan kegiatan bersama warga di Lungar dan sekitarnya.

“Termasuk pendampingan terhadap warga yang merasa haknya diambil sewenang-wenang oleh pihak lain,” ungkap Pater Simon kepada Floresa.co pada 22 Juli 2023 lalu.

Soal tudingan menjadi dalang atau provokator perlawanan warga terhadap proyek geothermal, ia mengatakan”silahkan saja” dan “itu pemahaman mereka.”
“Tidak perlu ditanggapi, biarkan waktu yang akan menjawabnya,” katanya.

Sebagai bahan informasi, proses Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 berkapasitas 2×20 Megawatt (MW) di wilayah Poco Leok, Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, oleh PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) hingga kini telah memasuki tahapan pelaksanaan. (*)