“Waktu itu saya sendiri bantah terkait agenda yang mereka bawakan dalam RAT tersebut yang membicarakan geothermal,” ungkapnya.

Dikatakan Hendrikus, hal tersebut ia ketahui usai diajak oleh teman-temannya yang telah menjadi anggota koperasi sebelumnya.

“Saat itu saya diajak oleh teman-teman untuk ikut terkait bagaimana masuk dalam koperasi itu. Tapi saya tidak ikut bergabung sampai kapanpun,” tegasnya

Ia juga menyebut, setelah ibadah Pater Simon pernah berdiri di mimbar untuk mengajak umat, agar masyarakat harus menolak program geothermal yang ada di Poco Leok.

Alasan Diajak untuk Menolak

Hendrikus menyampaikan dalil dari agenda pembahasan penolakan geothermal tersebut, adalah karena kehadiran geothermal bisa menghilangkan ritus adat setempat

“Kenapa menolak? Waktu itu mereka beralasan karena dengan pemboran bisa menghilangkan Ritus Adat di Poco Leok. Kemudian dampak negatif dan menghilangkan soal ‘gendang one Lingko Peang khususnya yang kena dampak dari geothermal ini,” ujarnya.

Selain itu jelas Hendrikus, saat evaluasi tahunan, mereka juga menyelipkan untuk membuka video terkait kegiatan-kegiatan geothermal dan kegiatan lain yang berkaitan dengan panas bumi.