Pendekatan dengan Stakeholder Terkait, PLN Kunjungi Susteran Gembala Baik Ruteng

PLN Kunjungi Susteran Gembala Baik Ruteng. (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Berbagai inovasi yang dilakukan oleh Susteran Gembala Baik di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT menarik banyak minat dari berbagai pihak untuk datang dan berkunjung.

Salah satu yang dilakukan Susteran Gembala Baik adalah memproduksi minuman herbal seperti temulawak dan jahe, juga hasil olahan kopi dalam kemasan, dari bahan baku kopi asli dengan konsep yang serba modern.

Selain itu, di tempat ini juga tersedia berbagai souvenir yang terbuat dari tenun seperti dompet, topi, tas, dan selendang.

Kreativitas Susteran Gembala Baik ini menuai perhatian dari berbagai pihak, salah satunya PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan yang mengunjungi lokasi Susteran Gembala Baik, Senin 10 Juli 2023.

Kunjungan dari tim PT PLN (Persero) ini dalam rangka melaksanakan kegiatan pendekatan dengan stakeholder dan UMKM sekitar untuk mengevaluasi kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility).

Manajer K3L dan Lingkungan PLN Bobby Robson Sitorus mengatakan, kunjungan itu merupakan yang pertama kali di Manggarai, untuk pendekatan dengan stakeholder dalam hal ini Susteran Gembala Baik Ruteng.

“Kemarin kita sudah diskusi dengan beberapa tim karena ada beberapa tempat yang kita kunjungi stakeholder terkait project kita salah satunya Gembala Baik ya memproduksi beberapa seperti herbal,kopi dan beberapa pakaian tradisional. Kita mau dekati mereka seperti apa nanti kelanjutan dari kegiatan ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kejari Manggarai Eksekusi 3 Orang Terpidana Kasus Pemalsuan Dokumen di SMK Wae Rii

Menurutnya, dari hasil komunikasi dan evaluasi oleh tim CSR, pihaknya akan menghitung UMKM mana yang bisa ikut sertakan dalam progam PLN.

“Kunjungan untuk melihat seperti apa kegiatan lingkungan mulai dari pemberdayaan masyarakat, sosial, begitu juga dengan lingkungan salah satu utamanya adalah UMKM. Artinya ini sebenarnya yang mau di lakukan, supaya jangan sembarangan atau sporadis. Sebab CSR itu berdasarkan permintaan, tuntutan dan harapan dari masyarakat,” ungkapnya.

Bahkan ia menyebut, jika CSR sebelumnya telah diberikan dan menyasar ke wilayah Ulumbu yakni penanaman 5 ribu pohon kopi, jati dan lain-lain, dengan hasil yang efektif.

“Biasanya mereka minta lewat proposal, WA, bahkan komunikasi langsung ke kita. Kami liat dalam konteks lingkungan Gembala Baik ini sangat erat kaitannya dengan lingkungan. Sehingga ada peluang dengan mereka, mungkin dalam penanaman kopi, pembibitan, pengolahan kopi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatannya, penataan lokasi Susteran Gembala Baik sangat baik,mulai dari penataan, hingga kebersihan.

“Saya kira tadi cuman cafe ternyata di sini sudah pengolaan dan juga hal tentang rohani. Kemudian pabriknya bagaimana mengolah kopi baru di panen menjadi kopi yang kita siap minum dan rasanya itu lezat sekali artinya rasa kopinya terasa sekali. Beda sekali di tempat-tempat lainya,” sebutnya. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS