“Kemarin kita sudah diskusi dengan beberapa tim karena ada beberapa tempat yang kita kunjungi stakeholder terkait project kita salah satunya Gembala Baik ya memproduksi beberapa seperti herbal,kopi dan beberapa pakaian tradisional. Kita mau dekati mereka seperti apa nanti kelanjutan dari kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurutnya, dari hasil komunikasi dan evaluasi oleh tim CSR, pihaknya akan menghitung UMKM mana yang bisa ikut sertakan dalam progam PLN.
“Kunjungan untuk melihat seperti apa kegiatan lingkungan mulai dari pemberdayaan masyarakat, sosial, begitu juga dengan lingkungan salah satu utamanya adalah UMKM. Artinya ini sebenarnya yang mau di lakukan, supaya jangan sembarangan atau sporadis. Sebab CSR itu berdasarkan permintaan, tuntutan dan harapan dari masyarakat,” ungkapnya.
Bahkan ia menyebut, jika CSR sebelumnya telah diberikan dan menyasar ke wilayah Ulumbu yakni penanaman 5 ribu pohon kopi, jati dan lain-lain, dengan hasil yang efektif.
“Biasanya mereka minta lewat proposal, WA, bahkan komunikasi langsung ke kita. Kami liat dalam konteks lingkungan Gembala Baik ini sangat erat kaitannya dengan lingkungan. Sehingga ada peluang dengan mereka, mungkin dalam penanaman kopi, pembibitan, pengolahan kopi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan