Yuven menambahkan, Buletin Etlago Mi Amigo Cendana hadir sebagai salah satu media informasi publik dan media advokasi WALHI NTT, yang memuat catatan-catatan faktual di masyarakat sebagai bahan advokasi kepada masyarakat di NTT.

Divisi Advokasi, Kampanye dan Pengorganisasian Rakyat WALHI NTT Grace Gracellia menambahkan, Etlago Mi Amigo berarti sebuah kepunyaan.

“Sehingga dapat dikatakan bahwa Etlago Mi Amigo Cendana artinya Cendana itu milik kita. Nama ini sebagai harapan agar kita mengembalikan semua yang kita punya di NTT,” ujar Grace.

Menurut Grace, kehadiran Buletin Etlago Mi Amigo Cendana ini diharapkan tidak membuat isu lingkungan tenggelam dan surut. Tapi Buletin ini merupakan alat perjuangan bersama dalam mencapai keadilan ekologis di bumi NTT.

“Kami membuka diri kepada publik untuk membuat tulisan isu lingkungan, sehingga bisa diterbitkan di dalam buletin ini,” pungkas Grace. (*)