“Di satu sisi kita menggalakan pariwisata, tapi di satu sisi kita membiarkan sampah-sampah atau residu yang dihasilkan dari industri, pariwisata, pusat-pusat perdangangan, bisnis, dan rumah sakit. Ini masih menjadi tantangan juga PR serius di NTT,” ujarnya.

Umbu Wulang yang juga adalah calon anggota DPD RI periode 2024-2029 Dapil NTT ini berharap, Buletin Etlago Mi Amigo Cendana ini, kelak bisa menjadi sarana pengetahuan bagi publik, khususnya yang berhubungan dengan advokasi isu-isu lingkungan.

Sementara itu, Deputi WALHI NTT Yuvensius S. Nonga mengatakan, Buletin Etlago Mi Amigo Cendana edisi Maret 2023, merupakan edisi pertama.

Pada edisi perdana, Buletin Etlago Mi Amigo Cendana secara substansif mengcover kegiatan advokasi WALHI terkait sampah, dan pengrusakan lingkungan, juga dampaknya terhadap perempuan, anak, serta kelompok lainnya.

“Isu-isu ini berangkat dari persoalan lingkungan yang mengabaikan 2 aspek yaitu daya tampung dan daya dukung. NTT hari ini banyak sekali kebijakan-kebijakan yang berdampak buruk terhadap lingkungan,” ujar Yuven.