Senada dengan Goris, Amren Kurouman, aparat desa sekaligus tokoh pemuda Desa Balaweling mengatakan, kebakaran hutan di sekitar sini tidak hanya akibat dari dibukanya kebun-kebun dengan cara membakar, tetapi juga di area sekitar mata air Wai Pok sampai ke arah pantai Bani merupakan area perburuan masyarakat, sehingga kadang-kadang pemburu turut juga membakar hutan, agar dapat mempersempit ruang gerak target buruan seperti babi hutan, ayam hutan, monyet, dan masih banyak binatang hutan lainnya.

Dari pantauan mahasiswa peserta KKN-T, perbukitan yang menjadi area aliran air tanah yang memunculkan mata air Wai Pok, ditumbuhi oleh mayoritas tanaman jati putih yang juga menurut mereka menjadi alasan mengapa debit air di mata air Wai Pok menjadi berkurang dari tahun ke tahun.

“Saya pikir jati putih menjadi salah satu penyebab mengapa debit air di mata air Wai Pok menjadi berkurang atau mengecil. Seharusnya tanaman yang tumbuh di area sekitar mata air adalah tanaman-tanaman seperti beringin, aren, bambu, dll. Jati putih hanya akan merusak unsur hara tanah dan tidak bisa melindungi mata air,” kata Silvester, salah satu peserta KKN-T di Desa Balaweling.