Dengan demikian Siswo berharap, dengan adanya sosialisasi ini masyarakat bisa mempersiapkan dan memahami apa saja yang perlu disiapkan.
Sehingga lanjut dia, pada saat penilaian nanti tidak ada yang dirugikan. Artinya semua pihak merasa untung baik itu dari masyarakat termasuk pihak pemerintah yang melaksanakan tugas dengan sukses.
“Agar kemanfaatan dari pengembangan tanah ini betul-betul maksimal, dari sosialisasi sehingga masyarakat betul- betul paham,” harapannya.
Dalam pantauan media ini, sosialisasi ini mendapatkan respon dari beberapa peserta terkait dengan status lahan sisa dari peruntukan pengadaan tanah. Seperti yang disampaikan oleh Vinsensius Godat selaku tokoh masyarakat Gendang Mesir.
Dalam kesempatan sesi tanya-jawab, Vinsen menanyakan kepada BPN terkait status lahan sisa batas pemanfaatan lahan oleh aktifitas pengembangan PLN.
“Apakan nanti sertifikasi secara keseluruhan. Atau jika nanti yang diperlukan hanya setengah apakah itu juga di sertifikasi,” kata Vinsen
Menanggapi itu, perwakilan BPN melalui satgas A menyampaikan pihak BPN terlebih dahulu akan melakukan pengukuran secara menyeluruh sampai batas masing-masing pemilik lahan.
“Kita fokus mengukur secara keselurahan lahan, sementara untuk penentuan berapa luas lahan yang dipakai itu sesuai kebutuhan Pemohon dalam hal ini PLN,” jelas perwakilan BPN Manggarai dari Satgas A.
Antusias Warga untuk Mendukung PLTP Ulumbu
Warga Gendang Lelak, Desa Lungar Damianus Jehaman kepada wartawan, mengaku mendukung penuh proyek pengembangan PLTP Ulumbu di Poco Leok itu.
“Saya sangat mendukung proyek ini, sebab kami warga di Gendang Lelak hingga saat ini belum teraliri listrik. Sehingga kami solid untuk mendukung proyek nasional ini,” ujarnya
Terkait sosialisasi persiapan inventarisasi dan identifikasi kata dia, lahan warga yang dibutuhkan oleh PT PLN sangat penting untuk diketahui oleh khalayak umum.
Sebab menurutnya, tidak semua lahan milik warga dilakukan pengeboran untuk pengembangan PLTP Ulumbu di Poco Leok oleh PLN.
“Sosialisasi ini sangat penting, supaya kami juga sebagai masyarakat tidak salah paham mengenai lahan yang nantinya dilakukan pengeboran,” ungkapnya.(KN)







Tinggalkan Balasan